Kabar Desa

Media Informasi Online bagi Masyarakat

Pengertian Musyawarah Desa

Sering sekali kita mendengar tentang bahasa Musyawarah Desa, lalu bagaimanakah pengertian dari musyawarah desa tersebut ? Sebelum kita lebih dalam tentang pembahasan dari musyawarah desa maka terlebih dahulu kita artikan kata dari Musyawarah itu sendiri.


Istilah Musyawarah memang berasal dari kata Syawara yaitu dari bahasa Arab yang mempunyai arti Berunding, urun rembuk atau mengatakan dan mengajukan sesuatu, Adapun dalam tata Negara Indonesia dan kehidupan Modern Musyawarah dikenal dengan sebutan "Syuro", "rembug desa", "kerapatan nagari" atau "demokrasi".

Musyawarah menurut bahasa adalah berunding atau berembuk, Adapun menurut Istilah adalah perundingan bersama antara dua orang tau lebih untuk mendapatkan keputusan yang terbaik, Musyawarah adalah pengambilan keputusan bersamayang telah disepakati dalam memecahkan suatu masalah, adapun cara pengambilan keputusan bersama tersebut apbila menyangkut kepetingan orang banyak atau masyarakat luas.

Beberapa ahli merangkum pengertian Musyawarah sebagai berikut :
  1. Musyawarah adalah suatu upaya bersama dengan sikap rendah  hati untuk memecahkan persoalan mencari solusi guna mengambil satu keputusan bersama dalam menyelesaikan atau pemecahan masalah yang menyangkut urusan keduniawian.
  2. Musyawarah adalah satu tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk membahas suatu masalah dengan tujuan agar mendapatkan jalan keluar, Musyawarah merupakan sebuah system pengambilan keputusan yang melibatkan dua orang atau lebih sehingga bisa mendapatkan sesuatu yang disepakati bersama.
  3. Musyawarah adalah sebuah upaya yang dilakukanuntuk memecahkan suatu masalah dan mencari jalan keluar.
Pengertian dari Musyawarah Desa

Musyawarah Desa, merupakan forum tertinggi di Desa yang berfungsi untuk mengambil keputusan, atas hal-hal yang bersifat strategis, sehingga musyawarah desa juga merupakan bagian integral terhadap demokratisisai desa, dan juga daloam undang-undangNo. 6 tahun 2014 menyebutkan musyawarah desa bisa juga disebut dengan musyawarah antara BPD, Pemerintah Desa, dan unsuyr Masyarakat untuk menyepakati hal yang bersifat strategis.

Prinsip-Prinsip Musyawarah Desa
  1. Partisifatif, berarti keikutsertaan masyarakat desa dalam setiap kegiatan dan pengambilan keputusan strategis desa, juga di laksanakan tanpa memandang perbedaan Gender, tingkat ekonomi, status sosial.
  2. Demokratis, Setiap warga masyarakat berhak untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan Musyawarah Desa, Masyarakat di berikan kesempatan sesuai hak dan kewajibannya untuk menyatakan pandangan, gagasan, pendapat dan saran, terkait hal-hal yang bersifat strategis.
  3. Transparan, Prinsip transfaran berarti tidak ada yang disembunyikan dari masyarakat desa, kemudahan dalam mengakses informasi.
  4. Akuntabel, dalam semua kegiatan Musyawarah desa harus dilakukan dan dilaksanakan dengan pengelolaan yang benar dan dapat di pertanggung jawabkan kepada masyarakat atau pemangku kepentingan baik secara moral maupun secara teknis dan administratif juga sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku atau yang disepakati bersama oleh masyarakat desa dan Badan Permusyawratan Desa.
*Sumber : Bahan Bacaan PLD 2017
Disqus Comments